Mengenal Ayat Sajdah dan Anjuran Sujud Tilawah
Ayat Sajdah adalah ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur'an yang memerintahkan umat Islam untuk bersujud. Sujud yang dilakukan setelah membaca atau mendengar ayat-ayat ini dikenal sebagai Sujud Tilawah. Praktik ini merupakan bentuk penghormatan dan pengakuan atas keagungan Allah SWT serta sebagai tanda ketundukan seorang hamba.
Ayat-Ayat Sajdah dan Lokasinya
Total ada 15 ayat sajdah yang tersebar di 14 surat dalam Al-Qur'an. Berikut adalah daftar surat dan ayatnya:
1. Surah Al-A'raf (7): Ayat 206
إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ
Terjemahan: "Sesungguhnya orang-orang yang di sisi Tuhanmu tidak merasa enggan untuk menyembah-Nya, mereka bertasbih kepada-Nya, dan hanya kepada-Nya mereka bersujud."
2. Surah Ar-Ra'd (13): Ayat 15
وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَالُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ
Terjemahan: "Dan hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa, dan (demikian pula) bayang-bayang mereka di waktu pagi dan petang hari."
3. Surah An-Nahl (16): Ayat 50
يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Terjemahan: "Mereka takut kepada Tuhan mereka yang berada di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)."
4. Surah Al-Isra' (17): Ayat 109
وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا
Terjemahan: "Dan mereka menyungkurkan wajahnya sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk."
5. Surah Maryam (19): Ayat 58
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ ۖ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا ۚ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَٰنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا
Terjemahan: "Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih kepada mereka, mereka tersungkur (sujud) dan menangis."
6. Surah Al-Hajj (22): Ayat 18
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ۖ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ ۗ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ
Terjemahan: "Tidakkah kamu tahu bahwa kepada Allah-lah bersujud apa yang ada di langit, apa yang ada di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon, binatang melata, dan sebagian besar manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan atasnya azab. Dan barangsiapa dihinakan Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki."
7. Surah Al-Hajj (22): Ayat 77
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah kalian, sujudlah kalian, dan sembahlah Tuhan kalian, dan berbuatlah kebaikan agar kalian beruntung."
*Catatan: Ayat ini adalah salah satu yang terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang apakah ia termasuk ayat sajdah atau tidak.
8. Surah Al-Furqan (25): Ayat 60
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَٰنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَٰنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا
Terjemahan: "Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Sujudlah kalian kepada Yang Maha Pengasih,' mereka menjawab, 'Siapakah Yang Maha Pengasih itu? Apakah kami harus bersujud kepada apa yang engkau perintahkan kepada kami?' Dan (perintah) itu menambah kebencian mereka."
9. Surah An-Naml (27): Ayat 26
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
Terjemahan: "Allah, tiada Tuhan melainkan Dia, Tuhan yang memiliki Arasy yang agung."
10. Surah As-Sajdah (32): Ayat 15
إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ
Terjemahan: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka menyungkur sujud dan bertasbih memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri."
11. Surah Fussilat (41): Ayat 38
فَإِنِ اسْتَكْبَرُوا فَالَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُمْ لَا يَسْأَمُونَ
Terjemahan: "Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya malam dan siang, sedang mereka tidak pernah jemu."
12. Surah An-Najm (53): Ayat 62
فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا
Terjemahan: "Maka bersujudlah kalian kepada Allah dan sembahlah (Dia)."
13. Surah Al-Insyiqaq (84): Ayat 21
وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنُ لَا يَسْجُدُونَ
Terjemahan: "Dan apabila Al-Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud."
14. Surah Al-Alaq (96): Ayat 19
كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ
Terjemahan: "Sekali-kali janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah, dan dekatkanlah (dirimu kepada Allah)."
15. Surah Sad (38): Ayat 24
قَالَ لَقَدْ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ إِلَىٰ نِعَاجِهِ ۖ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْخُلَطَاءِ لَيَبْغِي بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَقَلِيلٌ مَا هُمْ ۗ وَظَنَّ دَاوُودُ أَنَّمَا فَتَنَّاهُ فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ
Terjemahan: "Dia (Daud) berkata, 'Sungguh, dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambing betinamu untuk (digabungkan dengan) kambing-kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan orang yang berserikat itu sebagian dari mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; dan sedikit sekali mereka itu.' Dan Daud yakin bahwa Kami mengujinya, maka dia memohon ampunan kepada Tuhannya lalu tersungkur sujud dan bertaubat."
*Catatan: Ayat ini sering diperdebatkan di kalangan ulama, apakah sujudnya termasuk Sujud Tilawah atau Sujud Syukur.
Dalil Sujud Tilawah:
Surat Al-Isra' ayat 107-109:
قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُوا ۚ إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا وَيَقُولُونَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولًا وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا
Artinya: "Katakanlah (wahai Muhammad), "Berimanlah kalian kepadanya atau tidak usah beriman." Sesungguhnya orang-orang yang diberi ilmu sebelumnya, apabila Al-Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka tersungkur atas muka mereka seraya bersujud, dan mereka berkata, "Mahasuci Tuhan kami; sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi." Dan mereka tersungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk."
Hadis Riwayat Muslim dari Abu Hurairah r.a.:
إذا قرأ ابنُ آدمَ السجدةَ فسجد، اعتزل الشيطانُ يبكي، يقول: يا ويلي، أُمر ابنُ آدمَ بالسجود فسجد فله الجنة، وأُمرتُ بالسجود فأبيتُ فليَ النارُ
Artinya: "Apabila anak Adam membaca ayat sajdah, lalu dia sujud, maka setan akan menjauh dan menangis seraya berkata, 'Celakalah aku. Anak Adam diperintah sujud, ia pun sujud, maka baginya surga. Sementara aku diperintah sujud, aku menolak, maka bagiku neraka.'"
Hukum Sujud Tilawah
Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum sujud tilawah adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), bukan wajib. Ini didasarkan pada dalil-dalil berikut:
* Pendapat Imam Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal: Keduanya berpendapat sujud tilawah adalah sunnah.
Dalil: Hadis dari Umar bin Khattab r.a. bahwa ia pernah berkhotbah pada hari Jumat dan membaca surat An-Nahl. Saat sampai pada ayat sajdah, ia turun dari mimbar dan sujud. Pada Jumat berikutnya, ia kembali membaca surat yang sama, tetapi ia tidak sujud. Ia berkata, "Sesungguhnya Allah tidak mewajibkan sujud ini kepada kita, kecuali jika kita mau." (HR. Bukhari). Hadis ini menunjukkan bahwa sujud tilawah tidak diwajibkan.
* Pendapat Imam Abu Hanifah: Beliau berpendapat bahwa sujud tilawah adalah wajib.
Imam Abu Hanifah berpegang pada perintah yang jelas dalam Al-Qur'an dan hadis yang menganjurkan sujud. Namun, pendapat ini kurang didukung oleh mayoritas ulama.
Tata Cara Sujud Tilawah
1. Tata Cara di Luar Salat
Jika seseorang membaca atau mendengar ayat sajdah di luar salat, disunnahkan baginya untuk langsung bersujud. Sujud Tilawah dilakukan tanpa takbiratul ihram dan salam. Berikut langkah-langkahnya:
* Langsung bertakbir (takbir intiqal) "Allahu Akbar" sambil turun untuk sujud.
* Sujud satu kali dengan membaca doa:
سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
Artinya: "Wajahku bersujud kepada (Allah) yang menciptakannya, membentuknya, dan membuka pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya. Mahasuci Allah, sebaik-baik Pencipta."
* Bangkit dari sujud tanpa takbir.
* Tidak ada tahiyat akhir maupun salam.
2. Tata Cara di Dalam Salat
Jika seorang imam atau makmum membaca ayat sajdah saat salat, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:
* Setelah membaca ayat sajdah, imam langsung bertakbir, kemudian bersujud. Makmum mengikuti sujud bersama.
* Setelah sujud, imam kembali berdiri dan melanjutkan bacaan Al-Qur'an, lalu melanjutkan salat seperti biasa.
* Beberapa ulama berpendapat, jika ayat sajdah berada di akhir surah, imam bisa langsung rukuk dan sujud salat.
Kesimpulan
Sujud Tilawah adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi setiap muslim yang membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah dalam Al-Qur'an. Ini adalah cara untuk menunjukkan ketundukan, kerendahan hati, dan pengagungan kita kepada Allah SWT. Hukumnya sunnah muakkadah menurut mayoritas ulama, sehingga meninggalkannya tidak berdosa, namun sangat dianjurkan untuk dikerjakan demi mendapatkan keutamaan dan pahala. Baik di dalam maupun di luar salat, sujud tilawah adalah kesempatan emas bagi kita untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
